Cari Berita...
METROLINE
Sabtu, Agu 22, 2026
  • Regional
    RegionalTampilkan Lebih Banyak
    Kebumen Buka Peluang Kerja Sama dengan Australia di Sektor Wisata, Pendidikan, dan Perdagangan

    Kebumen — Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai membuka peluang kerja sama dengan Australia…

    6 Min Read
    Kebumen Ingin Kerja Sama Australia Berlanjut ke Program Konkret

    Kebumen — Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai membuka peluang kerja sama dengan Australia…

    6 Min Read
    Sampah Uruk Bekas Galian Embung, Lahan Pemerintah di Jaktim Terbengkalai

    Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap latar belakang munculnya tempat pembuangan…

    4 Min Read
    Krisis Air Meluas, Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan 48 Sumur Bor

    BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mempercepat pembangunan 48 sumur bor…

    3 Min Read
    Respons Keluhan Warga, Wali Kota Agustina Pastikan Perbaikan Jalan Kalipancur Terus Dilakukan

    SEMARANG – Komitmen Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam menghadirkan infrastruktur jalan…

    2 Min Read
  • Nasional
    NasionalTampilkan Lebih Banyak
    Titik Karhutla Terus Bertambah, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan

    Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah…

    4 Min Read
    Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang Kembali Dibuka

    Jakarta — Perjalanan Commuter Line di sejumlah lintasan Jabodetabek kembali berangsur normal…

    3 Min Read
    4.258 Gempa Susulan Terjadi, BMKG Perkuat Pemantauan di Wilayah NTT

    Jakarta — Aktivitas kegempaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus…

    4 Min Read
    KPK Bergerak di Purwokerto, Rektor Unsoed Masuk Daftar yang Diamankan

    Purwokerto — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).…

    3 Min Read
    Kabut Asap Ganggu Sarawak, Siswa 108 Sekolah Belajar dari Rumah

    Kuching — Pemerintah Malaysia mengambil langkah pencegahan dengan menutup sementara sebanyak 108…

    4 Min Read
  • Ekonomi
    EkonomiTampilkan Lebih Banyak
    Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

    Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri…

    1 Min Read
    Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 10 Persen dalam Sepekan

    Jakarta – Harga minyak mentah dunia mencatat kenaikan tajam sepanjang pekan ini.…

    4 Min Read
    Harga BBM Pertamina Turun, Berikut Daftar Tarif Terbaru Berlaku 17 Juli 2026

    JAKARTA – PT Pertamina (Persero) masih memberlakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar…

    2 Min Read
    Dari B40 ke B50, Indonesia Masuk Babak Baru Biodiesel

    Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan penggunaan bahan bakar…

    6 Min Read
    Stok BBM Menipis di Medan, Pengendara Rela Mengantre hingga Berjam-jam

    Medan – Kelangkaan bahan bakar minyak terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan…

    2 Min Read
  • Internasional
    InternasionalTampilkan Lebih Banyak
    Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan Bersama, Perkuat Keamanan Kolektif di Tengah Gejolak Timur Tengah

    Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi memperkuat hubungan strategis mereka melalui penandatanganan…

    7 Min Read
    Pakta Pertahanan Saudi-Turki-Pakistan Bukan NATO Baru, Lalu Apa Artinya?

    Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi memperkuat hubungan strategis mereka melalui penandatanganan…

    7 Min Read
    Tiga Perempuan Malaysia Diamankan di Bandara Soetta, Narkoba Ditemukan dalam Sepatu dan Barang Bawaan

    Jakarta – Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengamankan tiga perempuan warga…

    4 Min Read
    Iran Ungkap Alasan Membatalkan Serangan Balasan ke Ukraina

    Teheran – Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa militernya sempat mempersiapkan operasi serangan terhadap…

    3 Min Read
    Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina Setelah Kyiv Sampaikan Permintaan Maaf

    Teheran – Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa militernya sempat mempersiapkan operasi serangan terhadap…

    3 Min Read
  • Pendidikan
    PendidikanTampilkan Lebih Banyak
    DPR: Penguasaan Bahasa Asing Jadi Modal Generasi Muda Hadapi Dunia Global

    JAKARTA — Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkenalkan pembelajaran bahasa asing sejak…

    5 Min Read
    Pemkot Semarang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis

    SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya memastikan seluruh anak mendapatkan akses…

    2 Min Read
    SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Gratis

    SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan resmi membuka Sistem Penerimaan…

    2 Min Read
    Pemkot Semarang Bayar Tunggakan SPP 122 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu

    SEMARANG – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Wakil…

    13 Min Read
    LPDP Respons Polemik Alumni Pamer Status WN Inggris Anak

    JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) angkat bicara terkait polemik di…

    2 Min Read
  • Olahraga
    OlahragaTampilkan Lebih Banyak
    Spanyol Taklukkan Argentina dan Jadi Juara Piala Dunia 2026

    East Rutherford – Tim Nasional Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 setelah…

    2 Min Read
    Spanyol Hadapi Argentina di Final Bersejarah Piala Dunia 2026

    Jakarta – Spanyol dan Argentina dipastikan bertemu pada partai final Piala Dunia…

    2 Min Read
    Clean Sheet Beruntun, Prancis Makin Dekat dengan Final Piala Dunia 2026

    JAKARTA – Tim nasional Prancis memastikan tempat di babak semifinal Piala Dunia…

    2 Min Read
    Mesir Ajukan Protes Resmi ke FIFA atas Kepemimpinan Wasit Francois Letexier

    Federasi Sepak Bola Mesir atau EFA secara resmi meminta FIFA melakukan penyelidikan…

    3 Min Read
    Wali kota Agustina Benahi Stadion TLJ, Siapkan Semarang Jadi Magnet Sport Tourism Jawa Tengah

    SEMARANG – Komitmen Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam menghadirkan fasilitas publik…

    3 Min Read
  • Teknologi
    TeknologiTampilkan Lebih Banyak
    Masuk Jaringan ASEAN, Wali Kota Agustina Perkuat Tata Kelola Smart City Kota Semarang

    SEMARANG – Suksesnya Kota Semarang menembus jaringan ASEAN Smart City Network (ASCN)…

    3 Min Read
    Pemkot Semarang dan Ilkom Undip Gelar Kampanye #Ngadudilaporsemar untuk Percepat Respon Penanganan Banjir

    SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berupaya mempercepat respon penanganan banjir dengan mengoptimalkan…

    3 Min Read
    Terbaik dalam Transformasi Digital, Kota Semarang Boyong Penghargaan GM-DTGI Award 2025

    SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan…

    4 Min Read
    Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Puji Dukungan Masyarakat Mewujudkan Semarang Wegah Nyampah

    SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri sesi diskusi dan pelatihan…

    2 Min Read
    Aplikasi Ayo Kerjo, Buktikan Serapan Tenaga Kerja di Jateng Tertinggi Nasional

    SEMARANG - Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan, Pemprov Jawa…

    9 Min Read
  • Lainnya
    • Bisnis
    • Sosial & Budaya
    • Politik
Reading: Kebebasan Akademik Indonesia Merosot 56 Persen dalam Satu Dekade
Bagikan
METROLINEMETROLINE
Font ResizerAa
  • Regional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Regional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Bisnis
    • Sosial & Budaya
    • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Beranda » Blog » Kebebasan Akademik Indonesia Merosot 56 Persen dalam Satu Dekade
Business

Kebebasan Akademik Indonesia Merosot 56 Persen dalam Satu Dekade

Muhammad Noorman
Terakhir di perbaharui Juli 31, 2026 1:42 pm
Muhammad Noorman
Bagikan
Bagikan

Jakarta – Kondisi kebebasan akademik di Indonesia menjadi sorotan setelah negara ini tercatat mengalami salah satu penurunan terbesar di dunia selama periode 2015–2025. Berdasarkan pengolahan data Academic Freedom Index, skor Indonesia merosot dari sekitar 0,74 pada 2015 menjadi 0,33 pada 2025 atau turun sekitar 56 persen.

Contents
Apa yang Diukur dalam Indeks Kebebasan Akademik?Indonesia Berada di Kelompok BawahOtonomi Kampus Menjadi Unsur PentingAncaman terhadap Riset dan Demokrasi

Penurunan tersebut menempatkan Indonesia di urutan ke-15 dalam daftar negara dengan kemerosotan kebebasan akademik terbesar selama satu dekade terakhir. Posisi Indonesia berada setelah Venezuela yang mengalami penurunan sekitar 57 persen.

Negara yang mencatat penurunan paling tajam adalah Nikaragua dengan kemerosotan sekitar 95 persen, disusul Myanmar sebesar 94 persen dan Afghanistan sebesar 83 persen. Negara lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain El Salvador, Chad, Palestina/Gaza, Turki, Mali, Belarus, India, Uganda, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Venezuela.

Namun, angka 56 persen perlu dipahami sebagai persentase penurunan skor dibandingkan kondisi satu dekade sebelumnya. Data tersebut tidak berarti Indonesia merupakan negara dengan kebebasan akademik terburuk ke-15 di dunia. Peringkat itu menunjukkan besarnya kemerosotan yang terjadi dalam periode 2015–2025, bukan posisi absolut tingkat kebebasan akademik Indonesia.

Apa yang Diukur dalam Indeks Kebebasan Akademik?

Academic Freedom Index atau AFI mengukur sejauh mana perguruan tinggi dan sivitas akademika dapat menjalankan aktivitas pendidikan serta penelitian tanpa tekanan yang tidak semestinya dari pemerintah, kelompok politik, lembaga eksternal, maupun pihak berkepentingan lainnya.

Indeks ini tidak digunakan untuk menilai kualitas pendidikan, fasilitas kampus, reputasi universitas, ataupun kemampuan akademik mahasiswa. Penilaian difokuskan pada ruang kebebasan yang dimiliki dosen, peneliti, mahasiswa, dan institusi perguruan tinggi dalam mengembangkan pengetahuan.

Terdapat lima indikator utama yang digunakan dalam penyusunan AFI, yaitu kebebasan melakukan penelitian dan pengajaran, kebebasan bertukar serta menyebarkan pengetahuan, kebebasan berekspresi secara akademik dan budaya, otonomi kelembagaan perguruan tinggi, serta integritas dan keamanan lingkungan kampus.

Laporan Academic Freedom Index Update 2026 disusun menggunakan penilaian dari 2.357 ahli negara di berbagai wilayah. Data yang dihimpun mencakup lebih dari satu juta titik informasi dan kemudian diolah menggunakan model statistik yang dikembangkan dalam proyek Varieties of Democracy atau V-Dem.

Secara keseluruhan, laporan tersebut menemukan bahwa kebebasan akademik mengalami penurunan yang signifikan dan substansial di 50 negara sepanjang 2015–2025. Pada periode yang sama, hanya sembilan negara yang menunjukkan perbaikan berarti. Penurunan paling luas terjadi pada kebebasan melakukan penelitian dan pengajaran serta integritas kampus.

Indonesia Berada di Kelompok Bawah

Dalam grafik negara berdasarkan skor AFI 2025, Indonesia berada dalam kelompok 30–40 persen terbawah. Nama Indonesia juga ditandai sebagai negara yang mengalami penurunan signifikan secara statistik dibandingkan kondisi pada 2015.

Meski demikian, penyusun indeks mengingatkan agar perbandingan antarnegara dilakukan secara hati-hati. Setiap skor memiliki rentang ketidakpastian karena indeks disusun berdasarkan penilaian para ahli terhadap kondisi yang tidak selalu dapat diukur secara langsung. Apabila rentang ketidakpastian dua negara saling beririsan, tidak dapat langsung disimpulkan bahwa salah satunya memiliki kebebasan akademik yang lebih tinggi.

Kemerosotan skor Indonesia menunjukkan bahwa ruang independensi perguruan tinggi, akademisi, dan mahasiswa dinilai semakin menyempit dibandingkan satu dekade sebelumnya. Situasi tersebut dapat terlihat dari meningkatnya kekhawatiran terhadap intervensi dalam pengelolaan kampus, tekanan terhadap ekspresi kritis, pembatasan kegiatan diskusi, serta penggunaan aturan hukum terhadap sivitas akademika.

Penelitian The Indonesian Institute yang dilakukan pada April hingga Juli 2025 menemukan adanya sejumlah pola pelanggaran kebebasan akademik di Indonesia sejak 2019. Bentuknya antara lain tekanan fisik dan psikologis, pemberian sanksi administratif, serta penggunaan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik maupun hukum pidana untuk menghadapi suara-suara kritis.

Penelitian tersebut juga mencatat mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan sebagai kelompok yang paling sering mengalami tekanan. Dalam sejumlah kasus, tindakan pembatasan disebut melibatkan pejabat perguruan tinggi maupun aparat penegak hukum dengan alasan menjaga ketertiban atau merespons dugaan pencemaran nama baik.

Otonomi Kampus Menjadi Unsur Penting

Salah satu komponen penting dalam kebebasan akademik adalah otonomi kelembagaan. Otonomi tersebut menggambarkan kemampuan perguruan tinggi untuk mengelola kegiatan akademik, menentukan standar, memilih pimpinan, mengatur penelitian, dan mengambil keputusan internal tanpa campur tangan berlebihan dari pihak luar.

Otonomi kampus bukan berarti perguruan tinggi sepenuhnya terbebas dari hukum, pengawasan, ataupun pertanggungjawaban publik. Perguruan tinggi tetap harus mengikuti ketentuan negara, terutama apabila menggunakan anggaran publik. Namun, institusi pendidikan memerlukan ruang pengambilan keputusan yang memadai agar kegiatan pengajaran dan penelitian tidak dikendalikan oleh kepentingan politik, bisnis, maupun ideologi tertentu.

Laporan AFI menunjukkan bahwa negara dengan tingkat otonomi perguruan tinggi lebih kuat cenderung memberikan perlindungan lebih baik terhadap kebebasan individu akademisi. Sebaliknya, ketika otonomi melemah, pemerintah atau pihak eksternal dapat mengendalikan kampus secara tidak langsung melalui penunjukan pimpinan, pengaturan pendanaan, pembatasan penerimaan mahasiswa, seleksi tenaga pengajar, hingga penentuan materi penelitian.

Ancaman terhadap Riset dan Demokrasi

Kemerosotan kebebasan akademik tidak hanya berdampak pada kehidupan internal perguruan tinggi. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kualitas penelitian, keberanian akademisi menyampaikan temuan, kemampuan mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Ketika dosen atau peneliti merasa khawatir akan menghadapi tekanan akibat topik tertentu, mereka dapat memilih menghindari penelitian yang dianggap sensitif. Akibatnya, persoalan penting dalam bidang pemerintahan, lingkungan, hak asasi manusia, ekonomi, kesehatan publik, dan kebijakan sosial berisiko tidak dibahas secara terbuka.

Kampus pada dasarnya memiliki peran sebagai tempat menguji gagasan, mengkritik kebijakan berdasarkan bukti, serta menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Karena itu, melemahnya kebebasan akademik juga dapat menjadi tanda menurunnya ruang kebebasan sipil dan kualitas demokrasi.

Temuan terbaru tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah dan pengelola perguruan tinggi untuk memperkuat perlindungan terhadap sivitas akademika. Pembenahan dapat dilakukan melalui penegakan aturan yang lebih menghormati hak asasi manusia, penguatan mekanisme pengaduan di kampus, perlindungan bagi akademisi dan mahasiswa yang menyampaikan kritik, serta pencegahan intervensi politik dalam pengambilan keputusan akademik.

Tanpa perbaikan yang serius, kampus berisiko kehilangan fungsi pentingnya sebagai ruang yang aman, independen, dan terbuka bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Kebebasan akademik bukan hanya kepentingan dosen atau mahasiswa, melainkan fondasi bagi kemajuan penelitian, inovasi, dan kehidupan demokrasi di Indonesia.

Subscribe to Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Bagikan Artikel Ini
Email Copy Link Print
Artikel Sebelumnya Golkar Soroti Mahalnya Biaya Politik di Tengah Maraknya OTT Kepala Daerah
Artikel Berikutnya Netanyahu Klaim Pasukan Khusus Israel Siap Bertindak Jika Dirinya Ditangkap di Luar Negeri
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Titik Karhutla Terus Bertambah, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian dari DPR. Anggota Komisi VIII…

By Muhammad Noorman
4 Min Read
Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang Kembali Dibuka

Jakarta — Perjalanan Commuter Line di sejumlah lintasan Jabodetabek kembali berangsur normal…

3 Min Read
4.258 Gempa Susulan Terjadi, BMKG Perkuat Pemantauan di Wilayah NTT

Jakarta — Aktivitas kegempaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus…

4 Min Read

Mungkin anda menyukainya

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Tiga Korban Ditemukan di Sikka

SIKKA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak serius…

4 Min Read

Komisi X DPR Soroti Rencana Pembelajaran Bahasa Asing Sejak SD

JAKARTA — Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkenalkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar mendapat perhatian dari Komisi…

5 Min Read

Kekeringan di Kabupaten Bogor Meluas, Lebih dari 140 Ribu Warga Kesulitan Air Bersih

Bogor – Dampak musim kemarau di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat…

4 Min Read

Polisi Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Remaja 15 Tahun di Bogor

BOGOR – Kepolisian mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Seorang…

3 Min Read
METROLINE
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
Reading: Kebebasan Akademik Indonesia Merosot 56 Persen dalam Satu Dekade
Bagikan

© Metroline. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?